Terlalu peri lubuk hati ini untuk dirasa
Bukit jaladra di antah berantah-pun tak hendak membendungnya
Terlukiskan rona beralas pamor kemerahan
Rona itu tak tau siapa punya
Dia gambaran kerontang jiwa
Kalbu ini berbalutkan kabut-kabut luka, tergores tajamnya belati cinta
Pedih, tertusuk runcing sudut asmara
Tiada lembut sehalus sutra,
ketika menapak menyeberanginya
Sungguh, ingin hati melabuh bawah bendera kasih, merajut untai benang merah hati.
Apalah daya, tenggelam karam segala rasa ini, teremah-remah bagai keping yang terkoyak
Bukit jaladra di antah berantah-pun tak hendak membendungnya
Terlukiskan rona beralas pamor kemerahan
Rona itu tak tau siapa punya
Dia gambaran kerontang jiwa
Kalbu ini berbalutkan kabut-kabut luka, tergores tajamnya belati cinta
Pedih, tertusuk runcing sudut asmara
Tiada lembut sehalus sutra,
ketika menapak menyeberanginya
Sungguh, ingin hati melabuh bawah bendera kasih, merajut untai benang merah hati.
Apalah daya, tenggelam karam segala rasa ini, teremah-remah bagai keping yang terkoyak

0 comments:
Post a Comment