Di reruntuhan hatiku,
masih kucari rapi-rapi selipan cintamu
Di samar kasihmu,
masih kucermati keinginanmu membersamaiku
Di jembatan jiwa kita,
terpaut kokoh perasaanku-perasaanmu
Gores-gores tinta mengabarkan,
lelah pena ini mengungkap rinduku padamu
Syair-syair keniscayaan yang terjuntai, mengantarku menuju gerbang hatimu, mengetuk cintamu
saat kau duduk di tepian jendela menantikan semilir angin yang membawa catatan penantianku
Deret-deret huruf dalam syair yang berloncatan
menyergapmu bersama deru sang bayu
masih kucari rapi-rapi selipan cintamu
Di samar kasihmu,
masih kucermati keinginanmu membersamaiku
Di jembatan jiwa kita,
terpaut kokoh perasaanku-perasaanmu
Gores-gores tinta mengabarkan,
lelah pena ini mengungkap rinduku padamu
Syair-syair keniscayaan yang terjuntai, mengantarku menuju gerbang hatimu, mengetuk cintamu
saat kau duduk di tepian jendela menantikan semilir angin yang membawa catatan penantianku
Deret-deret huruf dalam syair yang berloncatan
menyergapmu bersama deru sang bayu

0 comments:
Post a Comment